Aset Polisi Diteror Lagi

0
346
Kulon Progo – Aksi teror terjadi di Kabupaten Kulon Progo. Sebuah pos polisi lalu lintas di pertigaan Siluwok, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasihi ditembaki oleh orang tak dikenal.
Peristiwa itu terjadi Kamis (4/7), sekitar pukul 04.00 WIB. Saksi mata, Marsono mengungkapkan penembakan diduga dilakukan oleh dua pria yang berboncengan naik sepeda motor jenis sport.
“Saya lihat dua orang berboncengan naik motor, saat melewati depan pos terdengar suara keras, ‘prakk…’, saya kaget tadi,” kata Marsono kepada wartawan, Kamis (4/7/2019).


Diceritakan oleh Marsono yang berprofesi sebagai tukang ojek, saat kejadian dia tengah mangkal tak jauh dari lokasi kejadian. Dia melihat dua orang berboncengan melintas dari arah barat menuju timur.
“Sekitar 200 meteran, motor itu putar balik. Setelah terdengar suara itu motor langsung ngebut ke arah barat,” terangnya.
Marsono lantas menghubungi pemilik bengkel yang berada di sebelah pos polisi tersebut. Keduanya lantas mengecek kondisi pos. “Kaca depan pos ada lubang, seperti terkena peluru,” ungkapnya.
Saksi menyebutkan ciri-ciri terduga pelaku teror tersebut. “Dua pria perawakannya kecil, memakai jaket tapi tidak pakai helm. Tidak jelas wajahnya,” terangnya.
Polisi menyebut tembakan diduga berasal dari senjata jenis air gun.
“Dugaannya ditembak dengan air gun,” kata Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto saat , Kamis (4/7/2019).
Dari olah TKP, polisi mengamankan sebutir gotri bewarna emas diameter 4,5 mm. Juga didapati sebuah lubang tak lebih dari 1 cm di kaca sisi depan pos polantas yang berada di pinggir Jalan Wates-Purworejo ini.
Polisi pun memburu keberadaan pelaku. Proses identifikasi salah satunya dengan mempelajari rekaman kamera CCTV.
“Ada beberapa CCTV yang akan kita pelajari, kita telusuri dari CCTV,” kata Kapolres Kulon Progo, AKBP Anggara Nasution kepada wartawan, Kamis (4/7/2019).
Polda DIY langsung turun tangan untuk mengungkap kasus ini.
“Kita sudah mintai keterangan sejumlah orang saksi, kita identifikasi kendaraan yang digunakan, dan ciri-ciri orang yang diduga melakukan perbuatan tersebut. Juga memeriksa CCTV,” kata Direktur Reskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo kepada wartawan di Mapolsek Pengasih, Kamis (4/7/2019).
Hadi menyampaikan, kesimpulan sementara pelaku diduga menggunakan senjata air gun yang sudah dimodifikasi.
“Karena tidak menggunakan peluru aslinya, tapi amunisinya memakai gotri. Kita temukan proyektilnya gotri, tembakan juga tidak terlalu keras. Terbukti sebutir gotri ditemukan di luar pos, kaca hanya pecah sedikit,” jelasnya.
Polisi, lanjutnya, juga akan meminta pendapat dari Perbakin untuk memastikan senjata dan peluru tersebut.
Ditambahkannya, Satgas Densus Antiteror juga turut membackup penanganan aksi teror ini. Koordinasi dibawah kendali Polda DIY.
“Kita berkoordinasi dengan Satgas Densus, kita koordinasi peristiwa yang berada di wilayah hukum kita,” terang Hadi.
Hadi menilai peristiwa penembakan pospol ini tergolong aksi teror karena menganggu ketenangan masyarakat.
“Peristiwa ini dilakukan pagi hari, dari keterangan saksi jam 03.00 lebih sekian. Semoga segera terungkap,” ujarnya.
Saat ditanya apakah akan ada penebalan pengamanan atau peningkatan patroli buntut peristiwa ini, Hadi menyebut polisi setiap waktu selalu melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan.
“Tidak hanya peristiwa ini saja, setiap hari selalu dilaksanakan KKYD (kegiatan kepolisian yang ditingkatkan),” sebutnya.
Selanjutnya saat disinggung apakah aksi teror di pos polantas Siluwok berkaitan dengan aksi pelemparan bom molotov di rumah dinas ketua DPRD Magelang, Hadi enggan berspekulasi lebih jauh.
“Itu wilayah Magelang, kita berkoordinasi dengan Polda Jateng ada. (Tapi) itu yang lebih kompeten polisi di Magelang, kalau kita koordinasi peristiwa yang berada di wilayah hukum kita,” imbuh Hadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here