Wakapolri: Tidak Ada Masjid diKantor Pemerintahan Lembaga Negara dan BUMN Paham Radikal

0
214

Beritapolisi.com – Mabes Polri, Wakapolri Komjen Pol Drs. Syafruddin. Msi membantah hasil penelitian yang dilakukan Lembaga Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) bersama dan Rumah Kebangsaan, yang menyebut ada puluhan masjid di kantor Pemerintahan, lembaga negara dan BUMN di Jakarta terpapar radikalisme.
Menurut Wakapolri, masjid merupakan tempat suci yang dijadikan tempat ibadah oleh umat Islam. Ia meminta lembaga yang melakukan penilaian agar menggunakan standar yang jelas
Masjid itu benda, tempat suci, tidak mungkin radikal itu. Kalau toh ada radikal, pasti orang, pasti bukan masjid. Makanya hati-hati, jangan sampai dilaknat oleh Allah menuduh-nuduh masjid radikal,” kata Komjen Pol Syafruddin yang juga sebagai Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (10/7/2018).
Wakapolri menegaskan, kalau ada yang berminat melakukan penelitian hendaknya terlebih dahulu membedakan antara masjid dengan orang yang berada dalam masjid itu sendiri. Kalau yang dimaksud terpapar radikalisme itu, orang-orangnya atau yang mengisi kegiatan dalam masjid masih memungkinkan terpapar radikalisme.
“Makanya, kalau melakukan penelitian buat konsep yang jelas. Kalau berbicara masjid (yang terpapar paham radikalisme) saya bantah itu,” ucap Komjen Pol Syafruddin.
Lembaga Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) dan Rumah Kebangsaan. dan Rumah Kebangsaan merilis hasil temuannya terkait adanya 41 masjid terpapar radikalisme. Penelitian dilakukan pada 100 masjid yang ada kantor kementerian, kantor lembaga negara dan kantor BUMN yang ada di Jakarta.
Penelitian dilakukan selama satu bulan sejak 29 September hingga 21 Oktober 2017 atau enam bulan pasca pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta, dengan sampel 100 masjid, dengan rincian 35 masjid di kementerian, 28 masjid lembaga negara dan 37 masjid yang ada di lembaga BUMN.
P3M dan Rumah Kebangsaan meneliti khutbah Salat Jumat serta bahan-bahan bacaan yang ada di masjid tersebut. Setiap masjid didatangi oleh satu orang relawan untuk merekam video dan audio khutbah dan mengambil gambar brosur, buletin dan bahan bacaan lain yang ada di masjid.(hy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here